Keramba jaring apung. Foto: Kemenperin
Keramba jaring apung. Foto: Kemenperin

Perusahaan ini Jadi Contoh Apresiasi pada Komponen Lokal

Propublik.id, Jakarta-Program substitusi impor yang digalakan pemerintah tak lepas dari upaya mendorong peningkatan kualitas industri pengolahan (manufaktur) dalam negeri. Salah satunya melalui pemanfaatan komponen lokal (local content).

Komponen lokal atau yang dikenal juga dengan istilah Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mencakup dua aspek, yaitu bahan baku/penolong (material) dan tenaga kerja. Harus diakui, adanya kebutuhan pendalaman struktur industri menunjukkan adanya keterbatasan untuk memenuhi kebutuhan komponen lokal 100 persen. Karena itu, apresiasi layak diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang telah berupaya memanfaatkan TKDN dalam persentase yang tinggi.

Contoh perusahaan yang layak diapresiasi adalah PT Gani Arta Dwitunggal (GAD). Perusahaan ini mengolah bahan baku plastik menjadi aneka produk barang jadi untuk kebutuhan di sektor kelautan dan perikanan.

Andi Jayaprawira, General Manager PT GAD mengungkapkan perusahaan yang berlokasi di Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat itu berupaya untuk memanfaatkan komponen lokal sebanyak mungkin. Hal itu terlihat dari seluruh karyawan yang merupakan penduduk lokal Padalarang.

Dalam tayangan Youtube Kementerian Perindustrian, Selasa (16/10/2020), Andi mengisahkan, perusahaan yang berdiri pada 1972 itu awalnya merupakan perusahaan tekstil. Krisis 1998 mengubah alur bisnis perusahaan ke arah produsen alat pertanian.

“Kita beralih menjadi produsen net (jaring) pertanian pada tahun 2004,” ungkap Andi.

Dua tahun kemudian, GAD sudah mulai memproduksi jaring tangkap untuk perikanan budidaya. Pada 2008, perusahaan mulai memproduksi keramba jaring apung. Setelah itu, perusahaan mulai memproduksi material yang mengandalkan teknologi lebih tinggi, yaitu dermaga apung serta perahu dan kapal ikan. Semua produk itu berbahan baku plastik.

“Rata-rata produk kami memiliki TKDN sekitar 50 persen. Ada juga beberapa jenis keramba yang memiliki TKDN 54 persen,” terang Andi.

Baca Juga :  Sempat Positif selama 2 Bulan, Ekspor RI Kembali Negatif pada Agustus

Andi mengaku bangga dengan kemampuan perusahaan yang mampu memanfaatkan komponen lokal. Karena menurut dia, kualitas produk dalam negeri sebenarnya cukup teruji dan mampu dikembangkan untuk menghasilkan barang jadi dengan nilai tambah yang lebih tinggi sekaligus bagus dari sisi mutu.

Dia juga mengakui merasakan manfaat dari upaya pemerintah mengedepankan produk lokal. Produk-produk yang dihasilkan mendapatkan penghargaan konsumen dalam negeri. Hal itu dirasakan perusahaannya dalam proyek-proyek pengadaan barang dari Pemerintah. Selain itu, produk-produknya juga dimanfaatkan sektor swasta karena memiliki kualitas yang mumpuni.

Editor: Edward Panggabean

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Apa komentarmu?