28 C
Jakarta
Kamis, Februari 25, 2021

PKPU Indosurya, 42 Nasabah Belum Terverifikasi

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Propublik.id, Jakarta-Sidang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta telah memasuki tahap verifikasi utang. Sidang yang digelar di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2020) tersebut antara lain mengangkat daftar 42 kreditur yang tidak terdapat dalam sistem debitur PKPU.

“Untuk 42 orang ini kita akan verifikasi faktual. Kita akan minta semua dokumen asli,” terang Muhamad Arifudin, salah satu tim pengurus yang mewakili KSP Indosurya dalam PKPU.

Dia menambahkan, hasil verifikasi terkait nama-nama kreditur nantinya akan diumukan melalui situs khusus: kreditor-indosurya.com.

Informasi dari sidang tersebut, keseluruhan tagihan yang sudah terdaftar sebanyak 6000 kreditur. Dari jumlah itu sekitar 309 masuk kategori kreditur terlambat, sekitar 500 kreditur angsuran terkait pesangon, dan 42 kreditur yang namanya tidak ditemukan. Sisanya, sekitar 5271 sudah diakui sementara oleh tim Pengurus PKPU dan sedang dalam perhitungan bunga.

Sementara itu, tagihan yang masuk dari 5.271 kreditur yang sudah diakui nilainya mencapai hingga Rp 13,87 triliun.

Sidang ini dipadati puluhan nasabah. Selain mengikuti jalannya persidangan, sebagian nasabah pun melakukan proses verifikasi langsung dengan pengurus di ruang sidang.

Salah seorang nasabah yang enggan menyebutkan namanya mengungkapkan harapannya agar Indosurya tidak dinyatakan pailit. Dengan demikian, kewajiban utangnya bisa dipenuhi.

Dia menyatakan tertarik menjadi nasabah lantaran tawaran bunga yang terhitung tinggi. KSP Indosurya menjanjikan imbalan bunga sebesar 9 persen hingga 12‎ persen per tahun. Dia menyatakan menolak proposal pengembalian dana anggota berupa cicilan 10 tahun. Dikhawatirkan proses cicilan bisa mandeg di tengah jalan.

Kasus gagal bayar KSP Indosurya Cipta telah ditangani juga oleh Bareskrim Mabes Polri. Bareskrim telah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini atas nama HS dan SA. Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adisaputra mengatakan, meski telah berstatus tersangka, baik HS maupun SA tidak ditahan.

“‎Kasus Koperasi Indosurya Cipta, sampai hari ini kami tetapkan dua tersangka, HS dan SA. Kedua tersangka saat ini statusnya dalam pencekalan,” kata Asep di Kantor Bareskrim Polri, Selasa (5/5/2020).

Berita Terkait

Berita Terkini

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...

Presiden Jokowi: Lumbung Pangan di Sumba Tengah, NTT Akan Diperluas Hingga 10.000 Hektare

Propublik.id, Sumba Tengah, NTT -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan luas lumbung pangan atau food estate di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan...