1.5 C
Munich
Senin, Maret 8, 2021

Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Lahan Ketahanan Pangan (Food Estate)

Must read

ProPublik.id | Kapuas, Kalteng — Pemerintah terus mempersiapkan lahan untuk ketahanan pangan nasional (Food Estate) di berbagai daerah di Indonesia.

Presiden Joko Widodo, Kamis (09/07/2020), meninjau lokasi lahan Food Estate di Desa Bentuk Jaya A5, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Kepala negara didampingi oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Tak ketinggalan kepala daerah Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, didampingi Bupati Kapuas Ben Brahim, memeberi penjelasan melihat langsung dan meninjau lokasi lahan pencanangan food estate, dengan memantau berbagai kesiapan serta lahan. Presiden Jokowi diskusi dengan Menhan serta Menteri Pertanian, sambil sesekali berdiskusi dengan Gubernur Sugianto mengenai kondisi wilayah dan lahan.

Presiden Jokowi berdiskusi dengan Menhan Prabowo Subianto tentang ketahanan pangan. (ist)

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran juga meminta kepada pemerintah pusat untuk mengutamakan warga lokal Kalteng dan petani sebagai pelaksana.Termasuk pelatihan yang harus ditangani oleh beberapa dinas terkait di pemerintah provinsi Kalteng untuk mengutamakan masyarakat serta generasi milineal, mahasiswa dan siswa pertanian untuk berperan membangun Kalteng, dalam pengelolaan food estate.

Sebelumnya, food estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan dan peternakan di suatu kawasan. Pemerintah pusat menargetkan Tahun 2020 pengembangan food estate di Kalteng, telah berfunsi sebagai daerah baru yang menerapkan ketahanan pangan.

Food Estate akan menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) tahun 2020-2024. Konsep pengembangan food estate di Kalteng meliputi diversifikasi pangan yang digarap di area seluas 164 ribu hektar. Targetnya pada 2021 mulai berjalan, dengan target di tahun 2022 lahan seluas 164 ribu hektar telah berproduksi optimal.

More articles

Latest article