26.3 C
Jakarta
Sabtu, Maret 6, 2021

Profesor ini Bilang Kelola DAS Di Era New Normal Dengan KISS

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.
Propublik.id, Jakarta– Profesor Riset Pratiwi menyampaikan pesan penting kepada masyarakat dalam pengelolaan DAS yang optimal di era new normal, dengan menekankan fungsi KISS (Koordinasi, Integritas, Sinkronisasi, dan Energi).

“Selain itu menjaga hutan juga menjadi hal yang tidak boleh dilupakan sebagai langkah utama dalam menjaga keberlangsungan sistem Daerah Aliran Sungai (DAS),” ucapnya, Jakarta, Sabtu (27/6/2020).
Dia pun menyampaikan saat diskusi melalui video virtual bersama dengan pemangku kepentingan pada acaraTERAS INOVASI : Bincang Seru Profesor dengan mengambil tema “Pengelolaan DAS dalam Mendukung Era New Normal”, pada Rabu 24 Juni 2020.
Tema itu dipilih kata Profesor, seiring peringatan hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 17 Juni. Namun diterangkan Prof. Pratiwi tentang peran hutan dalam me jaga kelestarian DAS. Masa pandemi ini memberikan pelajaran bahwa membatasi kegiatan manusia di dalam hutan atau vegetasi permanen. Berpengaruh positif terhadap regenerasi alami tumbuhan.
“Jika ingin menjaga keberlanjutan pengelolaan DAS, hutan yang masih tersisa hendaknya dikelola secara bijaksana, dengan semaksimal mungkin tetap mempertahankan tutupannya agar kondisi tata air terjaga, dan pada akhirnya berdampak positif terhadap kesehatan masyarakat,” jelas Prof Pratiwi.
Hal senada disampaikan Kepala P3H Kirsfianti L. Giloga jika pembatasan kegiatan akibat pandemi Covid 19. Menurutnya memberikan dampak positif terhadap  alam seperti meningkatnya kelahiran satwa liar, menurunnya tingkat CO2 dan meningkatnya ketersediaan oksigen.
Selain Prof. Pratiwi sebagai narasumber yang menerangkan Peran Hutan dalam Menjaga Kelestarian DAS, turut hadir narasumber lain yaitu, Dr. Budi Hadi Narendra dari P3H BLI dengan topik Pengelolaan DAS Berkelanjutan dalam Perspektif Kesehatan Masyarakat dan Dr. Agung Budi Supangat dari BP2TDAS BLI terkait Fungsi DAS dalam Mitigasi Bencana Hidrometeorologi.
Editor: Ari Azhari

Berita Terkait

Berita Terkini

Sandyakalaning Trah Cikeas

Bolehlah sementara Rakyat indonesia lanjutkan mimpi Moeldoko jadi orang nomor satu NKRI pasca pecundangi SBY. Diskursus Politik indonesia unpredictable (tak gampang ditebak) siapa tahu nama Moeldoko mecuat setelah Itu?

Jasa Marga Percepat Waktu Penyelesaian Pekarjaan Rekonstruksi Tahap 1 Simpang Susun Cikunir

Propublik.id, Bekasi, Jabar – Untuk memberikan kenyamanan pengguna jalan khususnya di Jalan Tol Ruas Jakarta - Cikampek, Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division (JTT) percepat...