25.5 C
Jakarta
Kamis, Februari 18, 2021

Protokol Kesehatan Minta Diperketat, Klaster Covid-19 Meningkat di Perkantoran

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Propublik.id, Jakarta-Jumlah kasus positif corona di Jakarta terbilang tinggi namun merujuk pada situs corona.jakarta.go.id, jumlah total kasus positif corona per 29 Juli 2020 adalah sebanyak 20.470 orang. Rinciannya 12.613 orang sembuh, 820 orang meninggal, 1.944 masih dirawat, dan 5 093 orang menjalani isolasi mandiri.

Dari pantauan Propublik.id di lapangan, menyatakan bahwa ada tiga klaster penyebaran virus corona. Ketiganya terdiri dari perkantoran, pasar dan rumah ibadah. Sebagaimana dijelaskan Dwi Nur Aisyah, Anggota Tim Pakar Satgas Covod-19. Data kasus konfirmasi positif Covid-19 di wilayah DKI Jakarta per 29 Juli 2020, mencapai 577 kasus.

Seperti yang diungkapkan Dwi Nur Aisyah, anggota tim Pakar Satgas Covid-19 di BNPB. Ia menerangkan bahwa per 28 Juli 2020 ada 90 klaster perkantoran,  dengan jumlah kasus positif mencapai 459 orang.

“Jumlah ini meningkat daridata senelumnya, yaitu 440 kasus dengan 69 klaster,” kata Dwi Nur Aisyah di BNPB, Rabu (29/7/2020).

Klaster pasar tercatat 555 orang yang terpapar positif corona di pasar. Saat ini katanya ada 107 klaster yang mengakibatkan terpaparnya virus corona di pasar. Sementara di klaster pasar sebanyak 114 orang yang positif corona. Menurutnya ditemukan di gereja, masjid,asrama pendeta, pesantren, dan tahlilan.

“Tahlilan ini 1 klaster tapi menyebar ke 29 orang,” tambahnya.

Sementata diungkapkan Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Gerindra

. Melihat peningkatan klaster Covid-19 lebih banyak di perkantoran. Ia pun meminta kepada Pemerintah Daerah terhadap penyebaran baru di klaster perkantoran untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Karena lalu lalang bahkan banyak juga tidak mengenakan masker, apalagi pada pemenxetan tombol dan kamar kecil. Ini juga ditekankan bukan saja Pemerintah daerah tapi juga pemilik gedung dan manajemen gedung harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” tandas Sufmi di DPR, Kamis (30/7/2020).

Editor: Edward Panggabean

Berita Terkait

Berita Terkini

SRW Segera Luncurkan Profesi.io, Platform Manajemen SDM Berbasis Kecerdasan Buatan

SRW&Co., perusahaan jasa konsultan manajemen SDM akan segera meluncurkan sebuah platform manajemen SDM berbasis kecerdasan buatan bernama Profesi.io.

Peringatan HPN 2021, Presiden Ajak Pers Bersama Bangun Harapan dan Optimisme Hadapi Pandemi

Jakarta, ProPublik.id - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menilai jasa insan pers sangat besar bagi kemajuan bangsa Indonesia selama ini dan di masa yang...