5.7 C
Munich
Senin, Maret 8, 2021

Putusan Hakim PN Balikpapan Untungkan Warga Terdampak Tol Balsel Seksi 1

Must read

ProPublik.id, Kalimantan Timur-Persoalan pembebasan lahan milik warga untuk pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi 1 di kawasan Hutan Lindung Katang Joang Balikpapan Utara kini telah tuntas. Pada sidang putusan penetapan konsinyasi dana ganti rugi di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (7/8/2020).

Atas putusan pengadilan itu selanjutnya lahan tersebut dikuasai negara secara legal, seperti disampaikan Hakim tunggal Bambang Trianggono dengan paniteranya Didi Budiarjo. Pada sidang ini ikut dihadiri warga yang terdampak tol seksi 1 dan juga dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur yang diwakili oleh Sekretaris, Herry Pariadi.

Sebelumnya didang beragenda Pengesahan penitipan dana ganti rugi jalan Tol Balsam tersebut atas 38 perkara konsinyasi ganti rugi lahan milik warga pribadi yang masih tersisa.

“Seluruhnya sudah dilakukan sidang konainyasi. Dan hasilnya digerima dengan baik dan berjalan lancar” kata Humas PN Balikpapan, Arif Wisaksono, Jumat (7/8/2020).

Pada proses jalannya sidang konsinyasi ini berlangsung tertib dengan menjalani prosedur dan protap Kesehatan mencegah penyebaran Covid-19.

Sementara itu, menurut Pangeran salah satu warga yang lahannya terkena dampak pembangunan jalan tol ini, merasa senang dengan pengesahan Hakim dalam sidang konsinyasi ini.

“Kami menerima dengan lapang dada apa yang sudah diputuskan dalam sidang ini. Dimana permintaan yang menjadi hak ganti rugi lahan milik kami dipenuhi. Kini tahap selanjutnya kami tinggal menunggu proses pembayarannya,” ungkapnya.

Namun demikian kata dia, pihaknya masih menunggu tahapan berikutnya, seperti, menunggu salinan Putusan lalu ke Badan Pertanahan Nasional untuk menunggu rekomendasi pembayaran.

“Lalu, kembali lagi ke PN Balikpapan untuk proses pembayarannya,” kata Pangeran, usai menjalani sidang konsinyasi tadi.

Untuk diketahui, sedikitnya 47 warga terdampak pembangunan jalan Tol Balsam di Seksi I masih berharap kejelasan ganti rugi lahan mereka yang sejak ditetapkan proyek pertama jalan tol Kaltim itu di mulai.

Dari 41 bidang yang dituntut warga, baru 2 bidang yang terbayar, sedangkan sisanya 39 bidang hingga saat ini belum tuntas. Padahal semua berkas dan administrasi serta koordinasi dengan para instansi teerkait sudah mereka dapatkan.

Semua tahapan Clear and Clean dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Balikpapan sudah kami dapatkan. Sehingga pada Tahun 2019, 2 bidang terbayarkan, namun sejak saat ini 39 Bidang belum juga ada kejelasan.

Lokasi 39 Bidang lahan milik warga ini berlokasi di Seksi I atau di sekitatan kawasan KM 18 hingga ke perbatasan Samboja. Lahan tersebut juga pada tahun 1996 ditetapkan Pemerintah sebagai kawasan Hutan Lindung.

Editor: Iman More

More articles

Latest article