1.5 C
Munich
Senin, Maret 8, 2021

Rapimnas Peradi Fauzie Sepakat Munas III Dilakukan Virtual

Must read

Propublik.id, Jakarta-Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN PERADI) pimpinan Fauzie Yusuf Hasibuan sebagai Ketua Umum dan Thomas E.Tampubolon selaku Sekretaris Jenderal menggelar Rapat Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Rapimnas PERADI) di Hotel Santika, Jakarta, Kamis (12/8/2020).

Agenda besar rutin yang tiap tahun, dilaksanakan, kali ini dilaksanakan secara virtual dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, di Hotel Santika Premier, bilangan Slipi, Jakarta Barat. Sehubungan kondisi masih adanya pandemi covid-19 sehingga belum dapat melaksanakan kegiatan tatap muka secara normal.

Sutrisno Ketua Panitia Pelaksana menjelaskan, Rapimnas diadakan dengan menerapkan protokol kesehatan dengan menyediakan tiga ruangan besar dengan pengaturan kursi yang terjaga jarak dan dapat menampung maksimal 100 orang peserta termasuk panitia yang akan menghadiri Rapimnas tersebut.

Lanjut Sutrisno, peserta wajib mengenakan masker, masing-masing peserta diberikan faceshield (double protection) dan handsanitizer (sabun cuci tangan), bahkan dilakukan cek suhu dengan menggunakan thermogun pada setiap peserta sebelum memasuki ruangan.

“Dengan demikian jelas pelaksanaan Rapimnas telah taat mengikuti aturan protokol kesehatan dari Pemerintah yang harus diberlakukan apabila mengadakan kegiatan,” jelasnya.

Lebih lanjut diterangkan Ketua Umum Peradi Prof. Fauzie Yusuf Hasibuan, menyampaikan Peradi merupakan satu – satunya organisasi profesi Advokat yang bebas dan mandiri yang didirikan berdasarkan UU No.18/2018 Tentang Advokat. Organisasi ini kata Ketum mengatur bahwa DPN dipimpin oleh Ketua Umum untuk masa jabatan lima tahun. Masa jabatannya mengikuti masa jabatan Ketua Umum terpilih dimana Ketua Umum DPN Peradi Periode 2015 – 2020 dipilih dalam Munas II Peradi di Pekanbaru.

“Telah diperpanjang masa jabatannya berdasarkan rapat harian DPN Peradi tanggal 4 Juli 2020 akan berakhir pada bulan Desember tahun 2020 Ketua Umum Peradi Fauzie Yusuf Hasibuan,” ungkap dia.

Masih lanjut Fauzie, rapat harian DPN PERADI, 4 Juli 2020 itu, diputuskan MUNAS harus dilaksanakan paling lambat pada bulan September tahun 2020. Kenyataannya sampai dengan awal bulan Agustus 2020, kondisi untuk mengadakan MUNAS yang akan menghadirkan sekitar 1.300 orang disatu tempat belum dimungkinkan karena mengingat adanya pandemi Covid-19.

“Pemerintah  mengeluarkan peraturan melarang serta membatasi pertemuan dengan jumlah banyak orang, yang diperkirakan akan berlangsung sampai akhir tahun 2020,” jelas Fauzie.

Menyikapi kondisi Covid-19, dia berharap Munas dapat berjalan lancar maka Peradi perlu diadakan Rapimnas untuk menyamakan persepsi dengan meminta persetujuan dari 111 DPC Peradi se – Indonesia untuk melaksanakan Munas III Peradi tahun 2020 secara virtual.

“Dasar penyelenggaraan Rapimnas Peradi, yaitu sebagai jenjang rapat untuk membicarakan dan mengambil keputusan terhadap masalah-masalah organisasi yang sifatnya  strategis, penting dan mendesak,” ungkap Fauzie.

Sebagaimana rencana, Munas tatap muka atau offline semula direncanakan 29 – 31 Maret 2020 kemudian ditunda menjadi tanggal 10-12 Juni 2020 dan kemudian tunda kembali untuk terakhir kalinya menjadi tgl 23 – 25 September 2020. Mengingat jabatan kepengurusan DPN PERADI periodesasi 2015 – 2020, dengan masa perpanjangan 6 bulan akan berakhir tanggal 13 Juni 2020 dan Peradi tetap tidak bisa melaksanakan Munas.

“Maka sesuai Pasal 24 ayat (4) Anggaran Dasar jo.pasal 20 ayat (2) Peraturan Rumah Tangga, DPN Peradi telah memperpanjang masa jabatan kepengurusan DPN Peradi selama bulan dan akan berakhir pada tanggal 13 Desember 2020,” tandas dia.

Editor: Edward Panggabean

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article