27.2 C
Jakarta
Senin, Maret 1, 2021

Sambangi Galangan Kapal, Menteri Edhy Motivasi Para Pengrajin

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

ProPublik.id, Jawa Tengah-Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo menyambangi galangan kapal rakyat yang terletak di Pantai Kemiren, Cilacap, Jawa Tengah, pada Selasa 21 Juli 2020.

Mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Edhy menyapa para pengrajin sekaligus memotivasi mereka untuk tetap semangat di tengah pandemi Covid-19.

“Ini dijual berapa satunya,” tanya Menteri Edhy kepada pengelola galangan kapal.

Sahroni Setya Hadi, pengelola kapal menjawab pihaknya menjual kapal berbahan fiber dengan mesin 30 gross ton (GT) seharga Rp2 miliar. Kapal-kapal di galangan tersebut diproduksi oleh 100 karyawan yang merupakan warga lokal.

“Daerah pemasaran kita di Jawa, Sumatera, Bali, NTB, Sulawesi, Maluku Utara dan Papua,” kata Sahroni.

Selain kapal 15-30 GT, Sahroni mengaku di tempat usahanya juga memproduksi perahu fiber. Di Cilacap, galangan kapal miliknya termasuk yang pertama dan saat ini terdapat 24 pengrajin serupa dengan total pekerja yang terlibat mencapai 300 oran. Perhari, mereka bisa memproduksi 30 unit perahu fiber bermesin 3 GT.

“Untuk bahan baku, diperoleh dari Jakarta, Semarang dan Surabaya. Waktu awal Covid-19, kita sempat berhenti, tapi kita lanjut lagi dengan menjalankan protokol kesehatan,” urainya.

Setelah ngobrol santai di galangan kapal, Menteri Edhy, Menteri Arifin dan Menko Luhut bergerak melanjutkan kunjungan ke _Refinery Development Master Plan_ Pertamina Cilacap. Sebelumnya, ketiga menteri Kabinet Indonesia Maju ini juga meninjau fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) pertama di Indonesia yang berlokasi di TPA Jeruk Legi, Cilacap.

RDF ini sekaligus diresmikan oleh Menko Luhut untuk mengatasi persoalan sampah di Indonesia. RDF adalah teknologi pengolahan sampah melalui proses homogenizers menjadi ukuran atau butiran kecil (pellet) yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan dalam proses pembakaran pengganti batubara.

Rencananya, pemerintah akan mereplikasi teknologi ini di 34 titik di Indonesia. Sebagai penutup kunjungan ke Cilacap, Menteri Edhy juga turut serta menemani Menko Luhut berkunjung ke Museum Soesilo Soedarman.

Editor: Telly Nathalia

Berita Terkait

Berita Terkini

Diciduk Polisi Lagi, Tes Urine Millen Cyrus Positif Benzo

Propublik.id, Jakarta -- Selebgram Millen Cyrus kembali harus berurusan dengan aparat Polda Metro Jaya setelah terciduk saat berada di Kafe Brotherhood, Jakarta Selatan, pada...

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...