30.2 C
Jakarta
Kamis, Januari 21, 2021

Seleksi Calon Kajati Tipe A, Wakil Jaksa Agung Tepis Ada Unsur Kedekatan Dengan Petinggi Kejaksaan

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

ProPublik.id, Jakarta-Wakil Jaksa Agung RI. Setia Untung Arimuladi, selaku Ketua Panitia seleksi jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Berkualifikasi Pemantapan Tahun 2020, mengatakan Kejaksaan Agung telah menetapkan 7 Kejati berkualifikasi Pemantapan yakni Kejati Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

“Bahwa untuk menduduki jabatan Kepala Kejati Berkualifikasi Pemantapan disyaratkan telah lulus Diklat Kepemimpinan Tingkat II dinyatakan lulus Asesmen Kompetensi, Pernah menjabat sebagai Kepala Kejati, dan memiliki rekam jejak Integritas dan moralitas yang baik,” ucap Untung dalam keterangannya kepada ProPublik.id, Jakarta, Selasa (3/11/2020).

Dalam seleksi itu kata dia, Panitia telah menetapkan 6 calon Kajati dari 7 Kejati berkualifikasi pemantapan itu awalnya diikuti oleh 26 orang jaksa yang menduduki jabatan struktural eselon II A, dimulai pada 10 Agustus 2020.

“Bahwa proses seleksi jabatan tersebut dilaksanakan atas kerja sama Kejagung dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN),” ungkap dia.

Lanjut Untung bahwa sampai dengan hari ini tahapan seleksi yang sudah dilaksanakan Panitia Seleksi antara lain Asesmen Kompetensi, Seleksi Adminstrasi dan Rekam Jejak, serta Penulisan Makalah.

Adapun, peserta seleksi yang berhasil lolos sampai tahap ketiga sebanyak 6 orang yaitu Febrie Adriansyah, selaku Direktur Penyidikan JAM Pidsus, Ida Bagus Nyoman Wismantanu, selaku Direktur Penuntutan JAM Pidsus, Idianto, selaku Direktur Pengawalan Pembangunan Strategis Nasional JAM Intel, kemudian Mia Amiati, selaku Kepala Kejati Riau, M. Rum, selaku Direktur Eksekusi JAM Pidsus, dan Raden Febrytriyanto selaku Kajati Sulawesi Tenggara.

“Bahwa urutan tersebut didasarkan atas nama peserta dengan urutan abjad dan selanjutnya dalam infografis daftar nama peserta urutannya didasarkan atas urutan hasil asesmen kompetensi,” ungkap mantan Kepala Badan Diklat Kejaksaan ini.

Nantinya pada tahapan terakhir seleksi jabatan yakni berupa Uji Publik berupa wawancara tim Penilai terhadap 6 orang peserta seleksi yang lolos tahap ketiga yang akan dilaksanakan Rabu, 4 November 2020, peserta dihadapkan dengan tim penilai yang terdiri dari, Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi, Jaksa Agung Muda Pembinaan Bambang Sugeng Rukmono, Jaksa Agung Muda Pengawasan Amir Yanto, Ketua Komisi Kejaksaan RI Barita Simanjuntak, dan Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara.

“Uji publik tersebut dapat disaksikan secara langsung baik di tempat pelaksanaan di Badiklat Kejaksaan RI. maupun secara life streaming melalui channel youtube,” papar dia.

Selanjutnya, kata Setia Untung, peserta yang lolos atau tidak, dalam seleksi jabatan pada setiap tahapan ini, semua tergantung pada hasil penilaian panitia seleksi jabatan yang terdiri dari unsur pimpinan Kejaksaan dan unsur institusi lain.

“Sehingga tidak ada hubungannya dengan kedekatan para peserta seleksi jabatan dengan pejabat tinggi di Kejagung serta tidak ada ploting jabatan. Dengan demikian maka pelaksanaan seleksi jabatan tersebut dilakukan secara profesioanal, transparan dan akuntabel,” tegas Setia Untung.

Editor: Iman More

Berita Terkait

Tinggalkan pesan anda

Ketik komentar anda
Masukan nama anda

Berita Terkini

Mengharukan…Wakapolres Subang Bangun Rumah Tidak Layak Huni Milik Kopka Hamim

Subang – Kopka Hamim Mulyono salah satu Anggota Koramil Purwadadi yang baik dalam penugasan, namun disatu sisi kehidupan pribadinya cukup memprihatinkan, dimana yang bersangkutan...

Kades Tanjung Siang Subang Dukung Komjen Listyo Jadi Kapolri

SUBANG //- Pencalonan Kepala Bareskrim (Kabareskrim Polri) Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Kabupaten Subang. Masyarakat Kabupaten Subang...