31.5 C
Jakarta
Minggu, Februari 28, 2021

Semangat Mahasiswa Indonesia Bersiap Melanjutkan Studi di Belanda 

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Propublik.id,Jakarta-Tidak seperti biasanya dilakukan tatap muka, kali ini Study in Holland Virtual Pre-departure Briefing Nuffic Neso Indonesia diadakan secara online dengan menggunakan platform Clickmeeting dan Zoom Cloud Meeting.

“Pre-departure breifing dilaksanakan selama enam hari, 1 – 6 Agustus 2020,  atau dari hari Sabtu hingga Kamis depan dari pukul 15.00 – 16.30 wib,” kata Mohamad Maulana Taufik, Education Promotion Officer Nuffic Neso Indonesia, Sabtu (1/8/2020).

Dengan demikian Taufik yang biasa disapa Molly, menjelaskan bahwa tujuan breifing untuk memberikan bekal informasi seputar hidup dan belajar di

Belanda yang ditujukan kepada mahasiswa Indonesia yang sudah siap berangkat untuk melanjutkan studi di Belanda.

Acara dibuka oleh Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl. Dalam sambutannya memberi semangat kepada seluruh peserta acara ini.

“Di hari penyelenggaraan pre-departure briefing merupakan hari yang sangat membahagiakan, karena kami bisa dan menyambut para pelajar Indonesia yang mempunyai talenta dan semangat untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Belanda yang merupakan negara berpendidikan yang berkualitas,” terangnya.

Peter pun menambahkan, walaupun tidak bisa bertemu secara personal dalam acara ini seperti di tahun-tahun sebelumnya, Nuffic Neso Indonesia selalu bersedia untuk memberikan informasi yang dibutuhkan berkaitan dengan keberangkatan ke Belanda.

Namun dijelaskan Peter di akhit sambutan, menghimbau kepada seluruh peserta untuk selalu mengikuti protokol kesehatan yang sedang diberlakukan oleh pemerintah Belanda. Salah satu contoh yang disebutkan adalah untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari ketika sampai di Belanda dan selalu berkomunikasi dengan international office universitas apabila ada suatu kendala selama karantina mandiri berlangsung.

Pada kesempatan itu hadir pula duta besar kerajaan Belanda untuk Republik Indonesia, Lambert Grijns secara virtual. Dalam Sambutannya menyampaikan dua hal penting yaitu, pertama adalah untuk mempelajari negara Belanda. Menurutnya, Belanda merupakan negara yang mempunyai lingkungan yang sangat intenational dan terbuka sehingga memberikan kenyamanan kepada siapa saja yang berkunjung.

“Di samping itu, isu – isu penting yang terjadi di Belanda dapat menjadi topik perbincangan yang menarik dan layak untuk diikuti,” jelasnya.

Lebih lanjut pada pesan kedua, adalah untuk selalu tetap berhubungan ketika sudah selesai masa studi dan kembali ke Indonesia. Para mahasiswa Indonesia adalah duta bangsa di mata international.

“Para mahasiswa Indonesia untuk tetap berkiprah baik di kancah  Indonesia maupun Belanda,” ajaknya.

Dijelaskan Lambert Grijns, di hari pertama, online event ini para peserta diberi bekal pengetahuan dasar berbahasa Belanda yang dipersembahkan oleh tim pengajar Erasmus Training Centre (ETC). Hal ini bertujuan agar para peserta dapat memahami kemampuan dasar berbahasa Belanda setibanya di negara tulip tersebut.

Acara ini katanya, didukung juga oleh para alumni Belanda dan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Belanda (PPI Belanda). Rekan-rekan PPI Belanda terhubung langsung secara online dari Belanda untuk siap melakukan sesi interaktif di hari ke-3 sampai dengan hari ke-5.

“Dalam sesi interaktif ini peserta diberikan bekal informasi praktis mengenai hidup di Belanda,” jelasnya.

Hari keenam, bagi peserta yang tertarik menjadi Studi di Belanda Ambassador secara sukarela, akan diberikan pengarahan secara khusus. Tugas dari Studi di Belanda Ambassador ini adalah memberikan pemahaman berupa informasi yang lebih dalam tentang studi di Belanda kepada calon siswa, orang tua, dan pihak lain dengan cara  berbagi pengalaman mereka dan memberikan ‘insider perspective’ tentang menjadi mahasiswa Indonesia yang belajar di Belanda.

Sebagai informasi, jumlah pendaftar Study in Holland Pre-departure Briefing 2020 sebanyak 264. 26 peserta merupakan penerima beasiswa StuNed, 22 peserta penerima beasiswa Orange Knowledge Programme (OKP), 37 peserta penerima Orange Tulip Scholarship (OTS).

Namun dijelaskan Lambert, di tengah kondisi pandemik yang berlangsung secara global, menurut data yang dirangkum dari pendaftaran peserta pre-departure briefing di tahun ini dan tahun sebelumnya, tidak ada perubahan yang signifikan.

“Tahun ini tercatat 145 peserta melakukan pembiayaan secara pribadi sedangkan di tahun sebelumnya tercatat 147 peserta,” pungkasnya.

Editor: Iman More

Berita Terkait

Berita Terkini

Diciduk Polisi Lagi, Tes Urine Millen Cyrus Positif Benzo

Propublik.id, Jakarta -- Selebgram Millen Cyrus kembali harus berurusan dengan aparat Polda Metro Jaya setelah terciduk saat berada di Kafe Brotherhood, Jakarta Selatan, pada...

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...