5.7 C
Munich
Senin, Maret 8, 2021

Semester I 2020, Marketing Sales Puradelta Tembus Rp 1,05 Triliun

Must read

Propublik.id, Jakarta – Pengembang kawasan modern terpadu Kota Deltamas, PT Puradelta Lestari Tbk dengan kode saham DMAS meraih pendapatan pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp 1,05 triliun pada semester pertama 2020 atau setara dengan 53% dari target marketing sales sepanjang 2020 sebesar Rp 2 triliun.

Perseroan sebelumnya meraih marketing sales sebesar Rp 654 miliar pada kuartal pertama 2020. Di tengah-tengah situasi pandemi Covid-19, pada kuartal kedua 2020, Perseroan berhasil meraih penjualan sebesar Rp 398 miliar. Capaian marketing sales pada kuartal kedua berasal dari penjualan lahan industri.

Direktur PT Puradelta Lestari Tbk (Perseroan), Tondy Suwanto, mengatakan perseroan terus berupaya untuk memaksimalkan peluang penjualan yang ada di tengah lesunya perekonomian akibat dampak dari pandemi Covid-19.

“Hasil penjualan pada semester pertama ini merupakan capaian yang sangat baik, khususnya dalam situasi seperti ini,” kata Tondy Suwanto dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Rabu (8/7/2020).

Pada kuartal kedua, perseroan berhasil menjual sekitar 19 hektar lahan industrinya, setelah sebelumnya menjual 32 hektar lahan industrinya pada kuartal pertama.

“Dengan demikian, pada semester pertama tahun ini, perseroan telah menjual sekitar 51 hektar lahan industrinya.  Hingga saat ini, di tengah situasi yang terdampak pandemi COVID-19, Perseroan tidak melakukan revisi target marketing sales yang telah diumumkan di awal tahun. Berkaca dari hasil capaian penjualan di semester pertama dan peluangpeluang penjualan di semester kedua, kami optimistis untuk dapat meraih target marketing sales 2020 sebesar Rp 2 triliun,” tambah Tondy Suwanto.

Saat ini, kata Tondy Suwanto, masih ada permintaan lahan industri dalam negosiasi sekitar 130 hektar.

“Ada beberapa permintaan-permintaan baru untuk lahan industri di kuartal kedua kemarin,” imbuh Tondy Suwanto. Permintaan lahan industri sendiri berasal dari berbagai macam sektor industri, di antaranya sektor industri terkait otomotif, pergudangan/logistik, serta pusat data (data center).

“Kami akan berupaya untuk menangkap peluang tersebut di semester kedua tahun ini,” ungkap dia.

More articles

Latest article