25.3 C
Jakarta
Kamis, Februari 25, 2021

Setoran ke Negara Berkurang, Ini Alasan Freeport

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Propublik.id, Jakarta-Presiden Direktur Freeport Indonesia (PTFI) Clayton Allen Wenas mengakui adanya penurunan setoran PTFI ke negara. Penyebabnya, menurut pria yang akrab disapa Tony adalah penurunan produksi yang diakibatkan oleh transisi dari operasi tambang terbuka (open-pit) ke tambang bawah tanah (underground).

“Penerimaan negara tentunya akan berkurang. Sampai bulan Juli, kita sudah bayar sampai US$ 180 juta atau hampir Rp 3 triliun,” terang Tony Wenas dalam diskusi dengan pengamat pertambangan Ferdi Hasiman di Kanal Youtube Ferdi Hasiman, Rabu (29/7/2020).

Tony menjelaskan, untuk mengembangkan tambang bawah tanah maka tambang terbuka harus ditutup. Penutupan tambang terbuka Grasberg yang merupakan tambang emas terbesar di dunia dan tambang tembaga kedua terbesar di dunia tentu akan berdampak pada penerimaan negara.

Sementara itu, tambang bawah tanah tidak bisa langsung beroperasi penuh dengan kapasitas produksi 100 persen. Karena itulah dibutuhkan periode transisi. Periode transisi yang telah dibicarakan juga dengan pemerintah melalui PT Inalum berlangsung pada 2019-2020.

“2019 dan 2020 adalah dua tahun transisi. Dan, produksinya hanya sekitar 40% (2019) dan 50-60% (2020). Tahun depan sekitar 80 % dan baru tahun 2022 akan berproduksi penuh,” terang Tony.

Dia memaparkan pengembangan tambang bawah tanah bukan hal yang mudah. Pengembangan infrastruktur underground sudah dimulai sejak 2004. Baru pada 2019 tambang underground itu bisa beroperasi. Itu artinya butuh waktu pengembangan selama 14 tahun untuk bisa beroperasi. Biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.

“Sudah keluar uang sekitar US$ 8 miliar atau sekitar 120 triliun rupiah,” kata Tony.

Tony menjelaskan bahwa pengembangan tambang underground ini akan mengurangi risiko kecelakaan manusia. Pasalnya, pengoperasian tambang bawah tanah terbesar di dunia yang disebut Grasberg Block Cave ini meminimalkan kehadiran pekerja tambang di bawah tanah. Robot dan mesin yang bekerja dikendalikan dari jarak jauh.

“Semua dilakukan unmanned. Dikerjakan robot yang dikendalikan melalui remote control dari control room yang berjarak 10 Km dari lokasi tambang,” lanjut Tony.

Tahun 2019, Freeport memproduksi emas sebanyak 863 ribu ons, turun dibanding tahun sebelumnya 2,42 juta ons. Penjualan emas juga turun dari 2,36 juta ons menjadi 973 ribu ons. Tahun ini, Freeport menargetkan produksi dari tambang bawah tanah dapat mencapai 30 ribu metrik ton per hari pada 2020. Kemudian, produksi tambang bawah tanah Grasberg diharapkan naik hingga 60 ribu metrik ton pada 2021 dan mencapai 130 ribu metrik ton pada 2023. Diskusi lengkap dapat diikuti di kanal youtube Ferdi Hasiman.

 

Editor: Edward Panggabean

Berita Terkait

Berita Terkini

Jasa Marga Percepat Waktu Penyelesaian Pekarjaan Rekonstruksi Tahap 1 Simpang Susun Cikunir

Propublik.id, Bekasi, Jabar – Untuk memberikan kenyamanan pengguna jalan khususnya di Jalan Tol Ruas Jakarta - Cikampek, Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division (JTT) percepat...

SRW Segera Luncurkan Profesi.io, Platform Manajemen SDM Berbasis Kecerdasan Buatan

SRW&Co., perusahaan jasa konsultan manajemen SDM akan segera meluncurkan sebuah platform manajemen SDM berbasis kecerdasan buatan bernama Profesi.io.