1.5 C
Munich
Senin, Maret 8, 2021

Sidang Kondensat Tanpa Terdakwa Honggo Jaksa Tuntut 18 Tahun Penjara Bersama Raden dan Joko

Must read

Propublik.id, Jakarta-Jaksa tuntut terdakwa Raden Priyono, dan Joko Darsono dengan hukuman 18 tahun penjara, begitu juga tuntutan yang sama terhadap terdakwa Honggo Wendratno, meski tak hadir disidang alias in absentia.

Ketiga terdakwa terseret dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Pengelolaan Kondensat Bagian Pemerintah oleh PT. Trans Pasifik Petrochemical Indotama (PT.TPPI) pada Badan Pengelola Usaha Minyak dan Gas, yang ditaksir jumlah kerugian negara mencapai Rp 37,1 triliun.

“Ketiga Terdakwa diajukan ke persidangan pengadilan dalam 2 berkas perkara. Pertama atas nama Honggo Wendratno, dan Kedua atas nama berkas perkara Raden Priyono, dan Joko Darsono,” kata Hari Setiyono, Kapuspenkum dalam keterangan resminya yang diterima Propublik.id, Selasa (9/6/2020).

Jaksa Penuntut Umum dalam tuntutannya menyatakan Terdakwa Honggo Wendratno terbukti bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi. Dan diancam 18 tahun penjara sesuai UU Tipikor dengan membayar denda Rp.1 miliar. Jaksa pun menegaskan manakala denda tidak bisa dibayar maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Lebih lanjut Jaksa menghukum terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar USD.128,574,004.46 dengan memperhitungkan nilai barang bukti berupa tanah dan bangunan yang diatasnya terdapat kilang LPG (PT.TLI) sesuai dengan sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 11 dan 12 atas nama PT. Tuban LPG Indonesia yang berada di kawasan pabrik PT. TPPI terletak di Jalan Tanjung, Dusun Tanjung Awar Awar, Desa Remen Tasik Harjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Dengan demikian dijelaskan Tim JPU, bila terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama dalam satu bulan setelah putusan ini berkekuatan hukum tetap maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Dan jika terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut maka terdakwa dipidana penjara selama enam tahun.

Dikatakan Hari, terdakwa Raden Priyono dan Joko Darsono yang diajukan dalam satu berkas, menyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Terdakwa diancam masing-masing 12 tahun penjara dan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan.

“Jaksa Penuntut Umum menghukum para terdakwa untuk membayar denda masing-masing sebesar Rp.1 miliar dan diganti pidana kurungan selama enam bulan bila tidak membayar denda,” ujarnya.

Masih lanjut Hari, untuk perkara in absentia akan dilanjutkan dengan pembacaan putusan dan dijadualkan akan dilaksanakan pada hari Senin Tanggal 22 Juni 2020.

“Usai pembacaan tuntutan khususnya untuk perkara atas nama Terdakwa Raden Priyono dan Joko Darsono, dijadwalkan Senin, 15 Juni 2020 untuk agenda sidang pledoi atau pembelaan,” tandas Hari.

More articles

Latest article