26.5 C
Jakarta
Selasa, November 24, 2020

Startup Lumbung Dana Siapkan Pinjaman untuk UMKM & Ritel di Jawa Barat

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Propublik.id, Bandung-Startup Lumbung Dana menghadirkan kabar gembira di tengah tekanan masa pandemi Covid-19 bagi pelaku usaha sektor UMKM di wilayah Provinsi Jawa Barat. Perusahaan Fintech yang menyediakan layanan keuangan berplatform Peer-to-Peer Lending (P2P) ini menyiapkan pinjaman bernilai total Rp 10 triliun yang menyasar 1 juta pelaku UMKM dan sektor ritel di Provinsi Jawa Barat.

Co-founder sekaligus Komisaris Utama Lumbung Dana Rico Rustombi menjelaskan, untuk merealisasikan target tersebut, pihaknya menjalin kerjasama dengan PT Jasa Sarana, salah satu BUMD Jawa Barat. Kerjasama diinisiasi melalui penandatangan perjanjian prakontrak atau head of agreement dengan PT Jabar Energy, anak perusahaan PT Jasa Sarana di Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/11/2020).

Rico menjelaskan, dengan kerjasama ini maka bantuan modal dari Lumbung Dana akan diarahkan pada pelanggan UMKM dan retail yang menggunakan jaringan gas dari PT Jabar Energy.

“Tidak sedikit usaha di sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Indonesia ini yang terpaksa gulung tikar ataupun terpuruk akibat pandemi Covid-19. Karena itu sektor ini perlu dibantu,” kata Rico.

Pinjaman yang disalurkan Lumbung Dana berkisar Rp 10 juta hingga Rp 2 miliar, dengan tenor tiga sampai 12 bulan. Target penyaluran pinjaman diselaraskan dengan pembangunan jaringan gas yang tengah digarap PT Jabar Energy yang menyasar 1 juta pelanggan UMKM dan ritel dalam lima tahun ke depan.

Sebelumnya, pembangunan jaringan gas kepada pelanggan menunggu anggaran dari Jabar Energy. Melalui kerjasama dengan Lumbung Dana, pelanggan bisa mendapatkan akses pembiayaan alternatif yang disediakan startup Lumbung Dana dengan skema yang sama.

Kehadiran Lumbung Dana, menurut Rico, juga menunjukkan kemampuan perusahaan teknologi finansial (Fintech) untuk menyasar pasar kredit yang sulit diakses perbankan dan lembaga pembiayaan konvensional.

“Jadi, keberadaan Fintech membantu penetrasi pembiayaan atau kredit maupun pasar keuangan secara umum,” kata Rico yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Logistik dan Pengelolaan Rantai Pasokan.

Editor: Dwi Christianto

Berita Terkait

Tinggalkan pesan anda

Ketik komentar anda
Masukan nama anda

Berita Terkini

Realisasi Penerimaan Pajak Hingga Oktober Rp 991 triliun

  Propublik.id, Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam paparan terkait kondisi APBN Oktober 2020 menjelaskan, realisasi penerimaan pajak hingga akhir Oktober 2020 mencapai Rp 991 triliun. "Ini...

Adaptasi Baru Jadi Peluang untuk IKM Kosmetik

Propublik.id, Jakarta-Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menilai pandemi Covid-19 dan adaptasi kebiasaan baru membawa perubahan pola hidup...