27.2 C
Jakarta
Senin, Maret 1, 2021

Survei Pilkada Kepri: 3 Paslon Kekinian Diuji Tingkat Dukungannya

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

ProPublik.id, Jakarta-Lembaga Studi Pemilu dan Politik (LSPP) merilis hasil survei pilkada Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dari tiga pasangan calon, pasangan Soerya Sutiawan berada di posisi paling buncit saat simulasi tiga pasangan calon dikompetisikan.

“Mereka hanya meraih dukungan sebesar 11,33 persen kalah jauh dari kompetitornya yang baru dipasangkan yakni Ansar Ahmad – Marlin Agustina yang mendapatkan dukungan sebesar 18,77 persen,” kata Direktur riset LSPP, Sendy Vicky Sutikno, dalam keterangannya kepada ProPublik.id, Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Sandy menjelaskan, dalam survei ini posisi tertinggi diraih pejabat petahana yakni Plt. Gubernur Isdianto yang dipasangkan dengan anggota DPRD Kepri dari PKS Suryani, mereka berpasangan meraih dukungan sebesar 23,87 persen.

LSPP menyampaikan kepada publik yang belum memutuskan masih cukup besar yakni sebesar 39,52 persen. Adapun yang sudah memutuskan namun menyatakan rahasia, tercatat sebesar 6,51 persen.

Survei yang dilaksanakan dari 9-13 Juli 2020. Metode yang digunakan multi-stage random sampling, jumlah responden sebanyak 600 orang dengan margin of error sebesar 4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

“Ada banyak simulasi yang diujikan, termasuk memasangkan Isdianto dengan Marlin. Ada juga dipasangkan Isdianto dengan Ria Saptarika atau Isdianto dengan Suryani,” ucapnya.

Demikian juga kata dia dipasangkan Ansar Ahmad dengan Ria Saptarika atau dengan Suryani termasuk dengan Marlin Agustina. Dengan mempertimbangkan keputusan akhir yang sudah fix, dimana akhirnya Ansar Ahmad berpasangan dengan Marlin Agustina, maka simulasi tiga pasang termasuk dalam pengujian, pihak yang ditampilkan.

Adapun ketiga pasang itu adalah, Soerya Respationo – Iman Sutiawan, Ansar Ahmad – Marlin Agustina Rudi, dan Isdianto – Suryani. Sendy menjelaskan, tingginya angka undecided voters dalam survei pilkada Kepri 2020 ini akan semakin berkurang dengan makin dekatnya pelaksanaan pilkada.

“Responden tampak belum yakin betul akan berapa pasangan yang berkontestasi dan pasangan siapa saja yang akan maju,” ujarnya.

Posisi Isdianto yang dalam survei LSPP mendapat dukungan tertinggi disinyalir karena posisi strategisnya sebagai Plt. Gubernur. Diakui atau tidak, posisi itu amat mengungtungkannya sehingga praktis hanya Isdianto yang bisa bergerak bebas tanpa kendala untuk bersosialisasi kemanapun di seluruh wilayah Kepri termasuk saat pandemik corona terjadi.

“Sebenarnya baru meraih dukungan sebesar 23,87 persen untuk seorang incumbent itu kecil. Namun khusus untuk kasus di Provinsi Kepri, hal itu bisa dimaklumi,” papar dia.

Karena Isdianto belum lama menjabat sebagai pelaksana tugas dan juga belum lama menjabat sebagai Wakil Gubernur defenitif. Jika nanti posisi yang bersangkutan menjadi Gubernur defenitif, dapat dipastikan akan memberi dampak positif pada kenaikan elektabilitasnya.

Berikutnya LSPP menerangkan ihwal rendahnya elektabilitas Soerya Respationo. Menurut penjelasannya, sangat mungkin ada semacam kejenuhan publik kepada figur tersebut. Itu karena hampir pada setiap pilkada Kepri, yang berdangkutan ikut kontes.

“Kekalahan telak Soerya Respationo saat berpasangan dengan Ansar Ahmad di Pilkada lalu juga memberi pengaruh kepada opini publik, apakah tidak ada tokoh lain yang bisa maju selain mereka. Saat berpasangan dengan Ansar saja kalah, padahal saat itu Ansar cukup populer dan akseptabel, kini malah berpasangan dengan Iman Sutiawan yang tidak populer, apakah tidak justru akan kembali tumbang,” paparnya.

LSPP menerangkan, untuk Ansar Ahmad sendiri, walau di pilkada lalu kalah, namun kini sesungguhnya punya kans lebih baik. Apabila mampu meyakinkan publik Kepri bahwa ia dan Marlin Agustina benar-benar akan membuat perubahan, patut diprediksi pasangan itu bisa leading. Hanya saja isu politik dinasti yang langsung melekat pada pasangan ini karena Ansar Ahmad bersama anak kandungnya dan Marlin Agustina bersama suaminya, sama-sama ikut pilkada serentak di Kepri, akan menjadi beban tidak ringan.

“Namun hal itu tidak menjadi beban mereka saja karena saat yang sama Isdianto juga adalah adik kandung mendiang Gubernur Muhammad Sani, bahkan isu yang diusungnya malah ingin melanjutkan prestasi kakaknya itu,” tandasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Diciduk Polisi Lagi, Tes Urine Millen Cyrus Positif Benzo

Propublik.id, Jakarta -- Selebgram Millen Cyrus kembali harus berurusan dengan aparat Polda Metro Jaya setelah terciduk saat berada di Kafe Brotherhood, Jakarta Selatan, pada...

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...