33.2 C
Jakarta
Minggu, Februari 28, 2021

Tampung Calon Siswa Tak Lolos Jalur Zonasi dan Prestasi, Disdik DKI Buka Jalur Zonasi Bina RW

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

ProPublik.id, Jakarta. Dinas Pendidikan DKI Jakarta membuka jalur baru untuk Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di provinsi DKI Jakarta, yakni melalui jalur “zonasi bina RW” untuk mengakomodir calon siswa baru yang tinggal dekat atau satu RW dengan sekolah, tetapi tidak lolos dalam penerimaan jalur zonasi biasa dan afirmasi, atau biasa disebut jalur prestasi.

Nahdiana, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, dalam sebuah kesempatan diskusi, Selasa (30/6/2020), mengungkapkan pendaftaran jalur baru untuk tahun ajaran 2020/2021 ini resmi dibuka Sabtu, 4 Juli 2020 mendatang. Ia memastikan kebijakan tersebut tidak akan mengganggu porsi jalur prestasi yang akan dibuka pada 1-3 Juli 2020 nanti.

Sistem PPDB DKI sedang ramai dikecam, banyak orangtua murid meminta pembatalan, bahkan mengadukan Kadisdik ke Ombudsman. Pasalnya, mekanisme PPDB jalur zonasi, yang telah berakhir 27 Juni kemarin, dianggap lebih mementingkan calon peserta didik berusia lebih tua, sehingga banyak calon siswa berusia lebih muda tersingkir oleh mereka yang lebih tua.

Selain faktor usia, calon siswa juga bisa menempuh jalur prestasi akademik dan luar DKI Jakarta, untuk penerimaan di jenjang SMP, SMA, dan SMK.

“Kami akan membuka jalur zonasi untuk RW sekolah. Jalur ini tidak akan mengganggu PPDB jalur prestasi akademik yang sedang berjalan,” tegas Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana, dalam diskusi, Selasa (30/6/2020). Ia mengungkapkan Disdik DKI mengakomodir tingginya minat siswa ingin bersekolah di sekolah negeri.

Dalam penjelasanya, jalur zonasi untuk bina RW sekolah dikhususkan untuk siswa yang tinggal satu RW dengan sekolah.

Menurut Nahdiana, Disdik DKI telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan untuk pembukaan jalur khusus ini, karena menyangkut penambahan kuota didalam satu kelas dari tadinya hanya 36 siswa kini menjadi 40 siswa.

“Pendaftaran jalur baru ini resmi dibuka Sabtu, 4 Juli 2020 mendatang. Sedangkan lapor diri bagi siswa atau orang tua siswa yang sudah terdaftar, (adalah) pada Senin 6 Juli 2020,” ungkap Nahdiana.

Jika masih ditemukan pendaftar yang cukup besar, Nahdiana menjelaskan akan dilakukan proses seleksi usia, seperti PPDB zonasi sebelumnya. Namun apabila didapati hanya sedikit siswa yang ikut dalam pendaftaran jalur ini, maka seleksi usia tidak digunakan.

Dalam kesempatan terpisah, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan pemerintah memperbolehkan penambahan jumlah siswa dalam satu kelas, asalkan terdapat alasan kuat untuk penambahan kuota untuk mengakomodir penerimaan jalur zonasi untuk bina RW sekolah.

“Aspirasi yang besar dari masyarakat ingin memasukkan anaknya ke sekolah negeri banyak yang tidak tertampung,” kata Hamid.

Hamid menegaskan penambahan kuota tersebut jangan sampai merugikan sekolah sekolah swasta. Karena bagaimanapun, sekolah swasta ikut membantu angka partisipasi sekolah peserta didik yang cukup besar, ketika sekolah negeri tidak mampu menampungnya.

Editor: Iman More/Ari Azhari

Berita Terkait

Berita Terkini

Diciduk Polisi Lagi, Tes Urine Millen Cyrus Positif Benzo

Propublik.id, Jakarta -- Selebgram Millen Cyrus kembali harus berurusan dengan aparat Polda Metro Jaya setelah terciduk saat berada di Kafe Brotherhood, Jakarta Selatan, pada...

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...