25.3 C
Jakarta
Kamis, Februari 25, 2021

Terbentur Covid-19 Program Hebitren Tetap Berjalan

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Propublik.id, Jawa Timur – Mantan politisi DPR periode 2004 -2009 saat ini mendirikan Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren Indonesia (Hebitren). Pasalnya mengingat keberadaan pondok pesantren tidak hanya sebatas pendidikan formal dan non formal. Maka dari itu dalam cita – citanya mengharapkan keberadaan pesantren tidak saja berkutat pada koperasi dan UKM akan tetapi lebih pada pengembangan ekomomi makro.

Demikian diungkapkan KH. Hasib Wahab Chasbullah, Ketua Umum Hebitren di kediamannya di Ponpes Tambak Beras Jombang, Jawa Timur, ketika dimintai keterangannya, Kamis (4/6/2020).

Dikatakan Hasib Wahab yang biasa dipanggil akrab Gus Hasib, Hebitren  telah bekerjasama dengan Bank Indonesia tepatnya 11 November 2019. Dan berhubungan langsung dengan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia.

“Kita menginginkan di tiap pondok pesantren dapat mengelola ekonomi secara makro jadi bukan sebatas UKM dan Koperasi yang menempel di Ponpes,” tandasnya.

Ia pun mengharapkan agar setiap pondok pesantren memiliki badan usaha sehingga bisa mengembangkan dan meningkatkan kapasitas pondok pesantren. Saat ini pondok pesantren yang tergabung dalam Hebitren sebanyak 110 Pondok Pesantren yang ada di seluruh Indonesia termasuk Ponpes di Tambak Beras Jombang.

“Siapapun bisa bergabung baik pesantren yang telah memiliki saham besar maupun pesantren yang masih tergolong kecil,” jelasnya.

Namun ditandaskan Gus Wahid, pesantren kecil yang sudah tergabung dengan Hebitren dapat dibantu oleh pesantren yang sudah besar. Sayangnya perhimpunan pesantren yang sudah terbentuk belum lama ini, terbentur dengan adanya Covid-19 sehingga tidak bisa mengadakan pertemuan secara langsung di kantor pusat Jakarta

“Selama ini pertemuan Hebitren dilakukan secara virtual sampai Covid-19 selesai,” terangnya.

Gus Hasib pun menyatakan bahwa ponpes yang telah tergabung dalam Hebitren tidak saja mengembangkan usahanya di Ponpes akan terapi membangkitkan ekonomi di pesantren.

“Jadi ini tuntutan pesantren, setiap pesantren harus punya usaha. Jadi tidak unsich pada pendidikan saja melainkan menjadi penggerak ekonomi dan bisnis di pesantren,” tandasnya.

Lebih lanjut Gus Hasib sebagai putra pendiri NU, mengharapkan adanya pertemuan Rakornas pengurus Hebitren di kantor DPP Hebitren, bila pandemi Covid-19 selesai.

Dengan demikian juga mengharapkan setelah adanya pertemuan dengan seluruh pengurus Hebitren, pesantren dapat memiliki perusahaan yang besar tanpa harus mengajukan pinjaman ke bank – bank.

Lebih jauh diungkapkan Hasib Wahab, keuntungan mendirikan Hebitren adalah sebagai suatu wadah komunikasi bisnis pesantren. Intinya menjembantani komunikasi bisnis antar pesantren.

“Itu yang pertama. Yang kedua, mendirikan jasa keuangan seperti Bank Syariah. Nantinya pesantren akan punya saham dari psantren ke pesantren. Yang ketiga, memiliki lembaga sosial dibawah naungam yayasan kesejahteraan pesantren. Jadi yang ketiga program ini yang akan digarap,” tandasnya.

Rep: Dedy Mulyadi |Editor: Iman More

Berita Terkait

Tinggalkan pesan anda

Ketik komentar anda
Masukan nama anda

Berita Terkini

Presiden Jokowi: Lumbung Pangan di Sumba Tengah, NTT Akan Diperluas Hingga 10.000 Hektare

Propublik.id, Sumba Tengah, NTT -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan luas lumbung pangan atau food estate di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan...

Jasa Marga Percepat Waktu Penyelesaian Pekarjaan Rekonstruksi Tahap 1 Simpang Susun Cikunir

Propublik.id, Bekasi, Jabar – Untuk memberikan kenyamanan pengguna jalan khususnya di Jalan Tol Ruas Jakarta - Cikampek, Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division (JTT) percepat...