26.4 C
Jakarta
Jumat, Maret 5, 2021

Terdakwa Hendrisman Dicurigai Reaktif Covid-19, Serempak Sidang Jiwasraya Ditunda

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

ProPublik.id | Jakarta-Majelis Hakim dalam perkara Korupsi Jiwasraya menunda persidangan, lantaran dicurigai terdakwa bekas Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim terpapar Covid-19.

“Karena suatu keadaan, sidang tidak bisa kami lanjutkan, karena ada yang sakit … Jadi, kami tunda pada tanggal 6 Juli 2020 minggu depan. Setelah ini ada kegiatan, maka perkara ini kita tunda,” kata Ketua Majelis Hakim Saifudin Zuhri, dalam persidangan, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Ditundanya persidangan Hendrisman tersebut, tak pelak berpengaruh juga dengan persidangan terdakwa lain lainnya yang juga digelar bersamaan, termasuk sidang dengan terdakwa Benny Tjokrosaputro.

Pantauan ProPublik.id, di Pengadilan Tipikor, sidang digelar di bagi dua ruang sidang untuk terdakwa Hendrisman, Hary Prasetyo dan terdakwa Syahmirwan dilakukan di ruang sidang Kusuma Admadja. Sedangkan 3 terdakwa lainnya yakni Benny Tjokrosaputro, Joko Hartomo Tirto, dan terdakwa Heru Hidayat di gelar di ruang sidang Hatta Ali.

Pada persidangan beragenda adu dalih antara Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan Pengacara terdakwa terkait pemeriksaan para saksi yang dihadirkan Jaksa.

Pada sidang Hendrisman saksi yang dihadirkan yakni Doni Kariadi dari Jiwasraya dan Lusiana. Namun, sebelum menghadirkan saksi selanjutnya bernama Lusiana, oleh Majelis Hakim sidang pun di tunda karena ada yang sakit.

“Sidang kita tunda, Senin depan sekitar Jam 9.30 WIB. Sidang kita tutup,” ucap Hakim Ketua Saifudin.

Sementara Kuasa Hukum Hendrisman, Maqdir Ismail mengatakan sidang ditunda lantaran dicurigai kliennya reaktif Covid-19.

“Sidang ditunda sampai Senin 6 Juli kedepan, karena dicurigai bahwa pak Hendrisman reaktif (Covid-19),” ucap Maqdir Ismail.

Padahal menurut Maqdir, pihaknya sudah mengajukan untuk sidang dilakukan secara virtual, guna menghindari penyebaran pandemi, namun jaksa tetap menginginkan untuk sidang tatap muka.

“Dulu kami dari awal persidangan dilakukan dengan virtual, pihak Kejaksaan dan Pengadilan tidak setuju, akibatnya kita rasakan seperti ini, penundaan ini kita sayangkan. Kami sudah sampaikan, tapi teman-teman JPU tidak setuju, coba dilakukan dari awal, tidak seperti ini. Kalau, pemeriksaan secara virtual dilakukan, hal ini (sidang) jadi dihentikan, padahal ini hak orang mencari keadilan,” ucapnya.

 

Terpisah kuasa hukum Bentjok, Mochtar Arifin mengatakan mendengar kabar sidang Hendrisman ditunda, karena ada terdakwa dicurigai kena Covid-19, pihaknya pun pada saat sidang Bentjok dengan agenda pemeriksaan saksi Dirut Asuransi Jiwasraya Hexana Tri Sasongko pun dihentikan dan ditunda.

“Sidang ditunda Senin pekan depan 6 Juli 2020, karena ada terdakwa lain dicurigai kena virus,” ucap Muchtar Arifin.

Adapun dalam kasus Jiwasraya ini, jaksa menjerat 6 terdakwa mereka adalah mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) 2008-2018 Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya periode Januari 2013-2018 Hary Prasetyo. Mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan 2008-2014, Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartomo Tirto.

Keenamnya didakwa dengan pidana korupsi dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Namun untuk terdakwa Bentjok dan Heru Hidayat jaksa mendakwa mereka dengan pasal berlapis pertama didakwa korupsi yang peristiwa kasus Jiwasraya terjadi dalam waktu 2008 hingga 2018, kemudian dakwaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Editor: Edward Panggabean

Berita Terkait

Berita Terkini

Diciduk Polisi Lagi, Tes Urine Millen Cyrus Positif Benzo

Propublik.id, Jakarta -- Selebgram Millen Cyrus kembali harus berurusan dengan aparat Polda Metro Jaya setelah terciduk saat berada di Kafe Brotherhood, Jakarta Selatan, pada...

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...