Ternyata Keluhan Menopause Wanita Indonesia Berbeda Dengan Wanita Luar Negeri, Ini Kata Guru Besar Fakultas Kedokteran USU

Propublik.id, Sumatera Utara –  Guru Besar Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. dr. M. Fidel Ganis Siregar, M.Ked(OG), Sp.OG(K) mengungkapkan, keluhan yang paling sering dialami wanita menopause di Indonesia adalah nyeri sendi, sering lupa dan sulit tidur yang berbeda dengan keluhan keluhan yang dialami wanita menopause di luar negeri.
Hal itu disampaikan Prof Fidel saat melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa penyuluhan dan skirining kesehatan wanita menopause di Klinik Sari Mutiara Diski Jalan Binjai KM 12 Deli Serdang, Sumatera Utara.
Kegiatan yang dilaksanakan Minggu (27/09/2020) merupakan penyuluhan kesehatan melalui sistem daring yang pertama kali dilakukan di Provinsi Sumatera Utara di era pandemi Covid-19 untuk kaum perempuan.
Selain menghadirkan, Prof. Dr. dr. M. Fidel Ganis Siregar, M.Ked (OG), Sp.OG(K), juga tampil sebagai pembicara Prof. Dr. dr. Sarma Nursani Lumbanraja, M.Ked (OG), Sp.OG(K).
Menopause merupakan fase akhir dari wanita yang ditandai dengan berhenti datang bulan selama 12 bulan berturut – turut.
Mengurangi rasa sakit itu, Prof Fidel menyebutkan manfaat isoflavone yang terkandung pada kacang kacangan terutama kacang kedelai, kacang polong, biji rami dan olahannya untuk menghilangkan keluhan keluhan akibat hilangnya produksi hormon Estrogen dari Indung Telur wanita ketika menopause terjadi. Hal ini sejalan dengan banyaknya reaksi dan pertanyaan peserta penyuluhan terkait gangguan dan kesulitan tidur pada saat penyuluhan.
Pada kesempatan ini, Prof. Dr. dr. M. Fidel Ganis Siregar M.ked(OG) SpOG.(K) yang juga sebagai Wakil Rektor USU, Presiden / Ketua PB Perkumpulan Menopause Indonesia (PERMI) Pusat, dan Ketua Komisi Pemenuhan Pelayanan dan Pemerataan Penempatan Spesialis dan Subspesialis (Committee on Fulfillment of Service & Equity placement) Kolegium Obstetri dan Ginekologi Indonesia menyampaikan penyuluhan dan tanya jawab interaktif kepada 50 wanita menopause tentang pengenalan gejala menopause dan cara mengatasinya melalui sistem daring.
Penyuluhan yang bertemakan kesehatan menopause ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya wanita yang memasuki usia lanjut. Kegiatan ini menyertakan peserta program program dokter spesialis (PPDS)/ residen obstetri dan ginekologi dr. Irwin Lamtota Lumbanraja, dr. Anditha Namira Rezky Sitompul, dr. Willy Kurnia Almon, dr. Jeffry Syahputra, dr. Sarah Silaen, dr. Feisal Jabbar Joni Munir, dr. M. Haris Kurniawan, dr. Rahmat Tahir Siregar, dr. Wijitha, dan dr. Atikha Aprilia.
Kegiatan ini merupakan kegiatan Profesor Mengabdi dari Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sumatera Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi dan sesuai dengan keinginan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang juga didukung Menteri Kesehatan RI untuk setiap Profesor ataupun Guru Besar di suatu Universitas mengabdikan dirinya dan keilmuannya untuk masyarakat dan anak didiknya.
Senam Lansia
Materi penyuluhan selanjutnya yang disampaikan Prof. Dr. dr. Sarma Nursani Lumbanranja, M.ked(OG) SpOG.(K) bertemakan asuhan dan gizi terhadap wanita menopause. Pada Penyuluhannya Prof. Sarma Lumbanraja menjelaskan tentang beberapa jenis makanan sehari hari untuk menjaga agar Gizi Seimbang ( dahulu disebut 4 Sehat 5 Sempurna ) sebagai upaya menjaga kesehatan dan mengurangi keluhan keluhan wanita menopause.
Selain penyuluhan, kegiatan ini juga meliputi senam lansia pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan laboratorium darah dan pemeriksaan organ kandungan pada wanita menopause. Protokol kesehatan seperti jaga garak, mencuci tangan dan memakai masker diterapkan selama kegiatan. Kepada setiap perserta penyuluhan diberikan masker dan faceshield gratis yang harus digunakan selama kegiatan berlangsung dan leaflet berisi informasi mengenai kesehatan menopause.
Prof Fidel Siregar menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 bukan merupakan pemutus edukasi dan pengabdian dokter atau Dosen USU kepada masyakat . Melalui berhasilnya penyuluhan sistem daring ini, beliau berharap dapat dijadikan inspirasi bagi tenaga medis atau pun Dosen lainnya.(Zahendra)
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Apa komentarmu?