5.7 C
Munich
Senin, Maret 8, 2021

PT Timah Lepas 100% Saham Indometal Corporation ke PT Inalum

Must read

Propublik.id, Jakarta – PT Timah Tbk (Timah) melepas saham Indometal Corporation (Asia Pasific) Pte Ltd sebesar US$ 398.500 kepada PT Inalum (Persero) selaku Holding Industri Pertambangan BUMN.

“Indometal Corporation adalah cucu perusahaan Timah yang didirikan pada 29 November 2018 berdasarkan hukum negara Singapura. Perusahaan yang bergerak sebagai agen pemasaran tersebut 100% dimiliki anak perusahaan Timah yaitu Indometal (London) Limited yang beroperasi di London sejak 1988,” jelas Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Abdullah Umar dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Akuisisi 100% kepemilikan Indometal Corporation atau setara 50.000 lembar saham senilai US$ 398.500, menurut Abdullah Umar, diharapkan dapat mewujudkan inisiatif strategis dengan memusatkan fungsi komersial Inalum yang terdiri atas lima perusahaan tambang besar di Indonesia, yaitu PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, PT Inalum (Persero), dan PT Freeport Indonesia.

Lokasi strategis Indometal Corporation yang berada di negara jalur distribusi internasional, menurut Abdullah Umar, akan mampu meningkatkan volume transaksi komoditas tambang Inalum, sehingga peluang sebagai pemimpin pasar tingkat global bisa tercapai.

Integrasi pemasaran komoditas tambang Inalum, seperti emas, timah, nikel, feronikel, bauksit, aluminium, dan batubara akan menjadi first hand one-stop market, didukung trusted information access dan sustainable supply chain yang memberikan rasa aman bagi konsumen Indometal Corporation.

“Indometal Corporation akan menjadi integrated marketing agency, sehingga memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan skala bisnis perusahaan-perusahaan yang bernaung di bawah Inalum,” kata Abdullah Umar.

Kuartal I 2020

Pada kuartal I 2020, menurut Abdullah Umar, Timah yang memiliki kapitalisasi pasar Rp 4,43 triliun itu mencatatkan produksi bijih timah sebesar 15.217 ton (2019: 21.610) yang 84% di antaranya berasal dari penambangan darat. Sedangkan, 16% berasal dari penambangan laut.

Volume produksi logam mencapai 14.133 Mton (2019: 16.302 Mton) dengan volume penjualan logam sebesar 17.553 Mton (2019: 12.553 Mton). Perubahan kondisi pasar akibat Covid-19 memaksa TINS untuk beradaptasi dengan melakukan sejumlah strategi efisiensi, di antaranya mengurangi operational expenditure sampai 30%. Sedangkan, capital expenditure diprioritaskan untuk mendukung pencapaian target produksi.

Pendapatan konsolidasian Timah pada kuartal I 2020, kata Abdullah Umar, mencapai Rp 4,4 triliun dibandingkan Rp 4,2 triliun pada kuartal I 2019 atau naik 5% year on year (YoY).  Penjualan logam timah berkontribusi sebesar Rp 4,2 triliun, kemudian tin solder dan tin chemical masing-masing sebesar Rp 9,3 miliar dan Rp 102,4 miliar selama kuartal I 2020.

More articles

Latest article