31.8 C
Jakarta
Sabtu, Februari 27, 2021

Tokoh Makesa Apresiasi Kinerja Kajati Papua Barat Dalam Penegakan Hukum

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

ProPublik.id, Papua Barat-Jelang ke-60 tahun Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) Kejaksaan Tinggi Papua Barat musnahkan ribuan barang bukti minuman keras, sebanyak 4.041 botol dengan berbagai merek dalam negeri maupun luar negeri, diantaranga minuman merek vodka dome, dan Whisky Robinson, selain itu narkotika jenis ganja.

Kepala Kejati Papua Barat Yusuf mengatakan pemusnahan dilakukan bagian dari rangkaian dari HBA ke-60, perkara tersebut juga sudah berkekuatan hukum tetap dimana para terdakwa sudah diputus bersalah oleh Pengadilan.

“Kegiatan ini sebagai rangkaian HBA ke-60. Barang bukti yang dimusnahkan itu, seluruhnya sudah mendapat keputusan incrah atau kekuatan hukum tetap, mengingat perkara ini penyakit masyarakat yang menjadi perhatian publik,” ucap Yusuf dalam keteranganya, Manokwari, Papua Barat, Senin (20/7/2020).

Lanjut dia, pemusnahan ini juga menjadi perhatian serius Kejati Papua Barat, dalam penegakan hukum sebagai bentuk kepercayaan masyarakat Papua Barat kepada Kejati yang baru berdiri di Bumi Kasuari pada awal tahun 2020 ini.

“Ini menjadi perhatian serius bagi kami, ketika Kejaksaan Tinggi Pabar yang telah diberi kepercayaan masyarakat Pabar dalam penegakan hukum di wilayah ini,” ujarnya.

Seperti halnya diungkap Ketua Makesa Papua Barat, Obet Ariks Ayok, yang memberi apresiasi kepada intansi penegakan hukum, seperti TNI, Kepolisian dan Kejaksaan, yang semua demi Kota Manokwari dan pedalaman suku Arfak, dimana Tuhan hadirkan pemimpin yang luar biasa.

Terkait, upaya penindakan terhadap peredaran minuman keras harus lebih ditingkatkan tanpa pandang bulu. Pasalnya, konsumsi miras sangat berdampak buruk bagi tatanan hidup bermasyarakat, khsusnya bagi orang asli Papua.

“Banyak daerah di Indonesia yang berkembang, karena masyarakatnya menjauhi minuman keras. Tentu, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kejati dan Kejari yang respon terhadap miras,” ungkap dia.

“Karena miras ini merusak kita orang asli papua. Kita tidak akan maju kalau begini saja. Kalau mau maju seperti daerah lain, harus hindari miras,” sambungnya.

Obet menghimbau kegiatan ini menjadi panutan bagi masyarakat. Sebab, sumber tindakan kriminalitas kerap terjadi dari konsumsi minuman keras. Ini bukan saja terjadi bagi masyarakat sipil, miras juga dapat merusak aparat penegaka hukum, baik TNI, Polri dan pejabat tinggi lain.

“Kasus dugaan pembunuhan yang kerap terjadi itu diakibatkan oleh miras. Ini hal yang sangat memalukan kami sebagai suku asli arfak. Kalau sayang kami, Kepolisian harus tegas, jangan berpura-pura,” terangnya.

Obet berharap seluruh komponen, mulai dari masyarakat hingga lembaga pemerintah dan penegak hukum, tidak menjadi penonton saja, melainkan harus menjadi garda terdepan guna memutus segala tindakan dan kegiatan melawan hukum.

“Mari kita bergandeng tangan, baik dari pemkab Manokwari, Pemprov Papua Barat, jangan seperti udang di balik batu. Kita harus lebih menonjol lagi,” tandas Obet.

Editor: Edward Panggabean

Berita Terkait

Berita Terkini

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...

Presiden Jokowi: Lumbung Pangan di Sumba Tengah, NTT Akan Diperluas Hingga 10.000 Hektare

Propublik.id, Sumba Tengah, NTT -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan luas lumbung pangan atau food estate di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan...