1.5 C
Munich
Senin, Maret 8, 2021

Transisi Ke New Normal, Ponpes Tebuireng Terapkan Kebijakan Baru Covid-19

Must read

Propublik.id, Jakarta – Menyongsong kebijakan normal baru, Pesantren Tebuireng tengah bersiap dengan membentuk Gugus Tugas Pesantren Tangguh guna memastikan kesiapan seluruh elemen Pondok Pesantren Tebuireng dalam memenuhi protokol kesehatan.  Hal ini berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan santri yang menjadi pertimbangan utama.

“Tidak semua santri yang direncanakan akan kembali ke pondok. Tapi hanya santri kelas akhir, baik dari jenjang MTs/SMP maupun MA/SMA, dengan jumlah total 976 santri,” ujar Ketua Majelis Pengasuh Ponpes Tebuireng Abdul Hakim alias Gus Kikin, saat kunjungan Forkompimda Jatim di Ponpes tersebut, pada Selasa 16 Juni 2020.

Gus Kikin pun saat menerima kunjungan kerja Forkompimda Jawa Timur di pondok pesantren, yang terdiri dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim, dan Pangdam V Brawijaya dan jajarannya menambahkan bahwa kebijakan khusus juga akan diberlakukan untuk santri yang berada di daerah seperti Surabaya dan Sidoarjo.

Namun diterangkan Gus Kikin bahwa berdasarkan data yang ada, sebagian besar santri Tebuireng berasal dari Jawa Timur. Jumlahnya mencapai 59,8% dari total 3.881 santri mukim. Disusul Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten dan Kalimantan Timur.

“Untuk itu, Tebuireng akan terus melakukan kajian dan evaluasi karena kondisi di lapangan terus dinamis,” ujar dia.

Lanjut Gus Kikin yang juga penerus KH. Salahuddin Wahid, santri datang langsung diisolasi selama 14 hari di tempat khusus yang telah disediakan, yakni di gedung Universitas Hasyim Asy’ari dan Ma’had Aly.

“Setelah 10 hari isolasi, akan kami adakan rapid test,” tukasnya.

Sementara walisantri yang mengantar, kata Gus Kikin, hanya sampai di parkir Kawasan Makam Gus Dur dan tidak diperkenankan memasuki area Pesantren Tebuireng.

“Nanti masuknya lewat pintu belakang pondok. Jadi nanti santri masuk tidak didampingi walisantri,” tambah Gus Kikin.

Gus Kikin menyebut, dari hasil serap aspirasi, sebanyak 65% walisantri setuju putra-putrinya kembali ke pesantren. Namun, pertimbangan soal waktu kapan santri akan mulai masuk pesantren, masih akan terus dievaluasi dengan melihat perkembangan situasi.

“Kami juga akan siapkan Puskestren sebagai tempat perawatan kesehatan. Saat santri sudah kembali ke pondok, akan diberlakukan aturan-aturan ketat, untuk memenuhi protokol kesehatan,” tegas putra ahli falak ternama, KH Mahfudz Anwar.

Editor: Edward Panggabean

More articles

Latest article