5.7 C
Munich
Senin, Maret 8, 2021

Usut Korupsi TPA Tanah Karo, Jaksa Bawa Printer Dan Documen Dari BPKPAD

Must read

ProPublik.id, Jakarta-Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo, Sumatera Utara, kembali kembangkan dugaan tindak pidana korupsi dana pengadaan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), di Desa Dokan, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo Tahun anggaran 2015-2017, yang ditaksir kerugian keuangan negara sebesar Rp.1,7 Miliar.

Kepala Kejari Karo, Denny Ahmad mengatakan saat pengeledahan di kantor Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Asset Daerah (BPKPAD) yang berdekatan kantor Bupati Karo, Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Tim Pidsus membawa printer dan 3 koper berkas yang diduga ada kaitannya dengan perkara dugaan korupsi tersebut.

“Barang bukti itu untuk dilakukan pemeriksaan selanjutnya,” terang Denny kepada Propublik.id via WhatsApp, Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Menurut Denny tim jaksa yang turun yakni Kasi Pidsus, Andriyani Sitohang, dan didampingi Kasi Intelijen, Ifhan Lubis. Penggeledahan itu untuk membawa berkas terkait kasus pengadaan lahan TPA Tahun 2015-2017.

“Kedatangan kami ini adalah penggeledahan untuk mengambil dokumen sesuai dengan pasal 184 KUHAP, tentang alat bukti. Terkait tentang kasus TPA,” jelasnya.

Terkait hal itu, Sekretaris Daerah Pemkab Karo, K Terkelin Purba, saat disinggung mengenai kedatangan tim Pidsus Kejari, dirinya mengatakan kalau pihaknya kooperatif atas adanya pemeriksaan tersebut.

“Jadi ini terkait kasus TPA Desa Dokan, dan kedatangan mereka untuk mengambil berkas terkait itu. Dan kita kooperatif,” tandasnya.

Seperti yang diketahui, sebelumnya Kejaksaan Negeri Karo telah menetapkan 2 orang tersangka dalam kasus Korupsi dana pengadaan lahan TPA di Dokan Tahun 2015-2017 ini. Keduanya juga telah dijebloskan ke penjara karena diduga telah merugikan keuangan negara sekitar Rp.1,7 Miliar.

More articles

Latest article