31.7 C
Jakarta
Senin, Maret 1, 2021

Vaksin Covid-19 Belum Ada, Pakar Farmakolog Sarankan Makan Buah dan Sayur

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.
Propublik.id, Jakarta – Saat ini ada banyak obat yang beredar di Indonesia yang memiliki Kandungan anti virus SAR Covid, ada di  obat influenza seperti Chlorolin, kina sampai produk herbal dan teh. Namun yang spesifik obat anti Covid-19 masih dalam proses uji klinis.

Demikian hal itu disampaikan oleh Prof. Dr. Keri Lestari, selaku Guru Besar dan Farmakolog Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, saat menjadi pembicara tunggal pada saat acara Halal Bihalal, Indonesia Halal Watch (IHW) di Kantor IHW, di Wisma Bumiputera, Jakarta, pada Jum’at  19 Juni 2020.
Lebih lanjut diharapkan Direktur IHW, Dr. Ikhsan Abdullah, agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat dan berusaha meningkatkan imunitas tubuh, supaya dapat melawan Covid-19 dengan mengkonsumsi dan mempergunakan produk halal.
“Memperhatikan asupan gizi yang banyak didapat pada sayuran, tempe dan buah-buahan. Jadi tidak perlu harus mahal, misalnya kangkung, bayam, telor, ikan, minuman herbal dari Jahe, sereh temu lawak dan kunyit,” himbau Ikhsan.
Namun dijelaskan Ikhsan, bagi yang memiliki uang yang cukup bisa ditambahkan vitamin C dan E, sebaliknya bila memiliki keuangan terbatas cukup dengan mengkomsumsi makanan yang mengandung vitamin C, D dan E. Semuanya ada pada sayuran dan buah-buahan.
“Mengingat masih dalam suasana pandemi dan memasuki masa New Normal, maka yang hadir sangat dibatasi sesuai protokol kesehatan, yang hadir semua memakai masker, menjaga jarak dan memakai hand sanitizer,” kata Ikhsan ditengah acara Halal Bihalal yang dihadiri Dewan Pakar IHW, Prof. Dr. Zaenal Arifin, Dr Maria Zuraida, dan Pengurus Indonesia Halal Watch.
Editor: Edward Panggabean

Berita Terkait

Berita Terkini

Diciduk Polisi Lagi, Tes Urine Millen Cyrus Positif Benzo

Propublik.id, Jakarta -- Selebgram Millen Cyrus kembali harus berurusan dengan aparat Polda Metro Jaya setelah terciduk saat berada di Kafe Brotherhood, Jakarta Selatan, pada...

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...