1.5 C
Munich
Senin, Maret 8, 2021

Warga Lau Chi Kembalikan Lahan Ke PTPN II

Must read

Propublik.id, Sumatera Utara-Warga Lau Cih Desa Simalingkar A, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, berharap dapat diberikan prioritas dalam kemudahan memiliki rumah di perumahan yang bakal di bangun di atas lahan seluas 854,26 hektare di kawasan tersebut.

Hal itu dikatakan Warga Lau Chi Ramlan Purba (62) usai mengembalikan lahan yang digarapnya setelah reformasi kepada Perusahaan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN) II di lokasi area lahan kebun yang dikuasainya, Jumat (7/8/2020).

“Karena tujuannya untuk kepentingan umum, saya rela menyerahkan lahan ini kepada PTPN 2. Tapi jangan ada pilih kasih, karena saya lihat di kawasan area ini masih ada mafia tanah yang menguasai berhektar-hektar,” tegas Ramlan.

Ramlan menyebutkan, area tersebut dahulunya mereka ketahui dikuasai pengelolaannya oleh PTPN II, meski mereka telah menguasai diwilayah itu berpuluh-puluh tahun.

“Tapi, sekarng ini mau diambil kembali, kami harus sukarela mengembalikan kembali kepada PTPN 2, dengan catatan masyarakat Lau Cih diutamakan untuk mendapatkan perumahan disini,” sebutnya.

Keturunan Raja Purba penduduk asli daerah tersebut meminta kepada PTPN II untuk membersihkan area lahan yang digarap masyarakat luar dan bukan penduduk setempat.

“Bersihkan. Kita tahu batas-batas di area ini, karena kita lahir di daerah ini. Asli moyang kita sini. Kalau kami diambil yang lain tidak, ini tidak adil. Ada apa,” sebut Ramlan yang menyebutkan selama ini lahan yang digarapnya ditanami sawit, jagung, ubi dan lainnya.

Ramlan juga berharap kepada Direksi PTPN II agar di lahan area lahan tersebut dilengkapi pasilitas umum berupa lapangan bola sebagai sarana olahraga dan area pekuburan. “Masyarakat Lau Cih pasti sangat senang,” ujarnya.

Kuasa Hukum PTPN II Sastra mengimbau kepada masyarakat yang lainnya dapat mengikuti jejak seperti beberapa masyarakat Lau Cih salah satunya Ramlan Purba yang telah  mengembalikan lahan yang dikuasainya dan sukarela menerima tali asih dari PTPN II.

“Kami berharap kepada pihak Kementerian BUMN agar benar-benar diperhatikan. Kami melihat, pihak-pihak yang menduduki lahan ini semua adalah orang luar dan bukan orang dalam (penduduk setempat). Jika ini dibiarkan sangat di khawatirkan menjadi konflik orizontal antara masyarakat itu sendiri,” ungkap Sastra di dampingi Kabag Humas PTPN II Sutan BS Panjaitan.

Dijelaskan, terjadi kecemburuan antara masyarakat lokal yang menguasai area lahan tersebut tergusur oleh masyarakat yang datang dari berbagai daerah yang di kordinir pihak-pihak tertentu menduduki area tersebut.

“Kami berharap dari Kementerian BUMN mempertahankan derita PTPN2 dan dua anak perusahaannya yang diberi tugas tanggung jawab dalam hal ini. Karena masalah hukum susah clear  dan di bawa ke masalah politis,” jabarnya.

Dijelaskan, PTPN II dalam hal ini  menapresiasi memberikan tali asih kepada tokoh masyarakat Lau Cih yang telah mengembalikan lahan yang dikuasainya kepada PTPN II.

“Harapan masyarakat Lau Cih tentu menjadi perhatian kami dan tentunya dalam pelaksanaan proses memiliki rumah murah ini mendapat prioritas dan kemudahan, yang tentunya sesuai peraturan dan prosedur pengajuannya,” jelas Sastra.

Diketahui, sebanyak 30 ribu rumah bakal di bangun di atas lahan seluas 854,26 hektare di Desa Simalingkar A, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang.

“Lahan seluas 854,26 hektare di kawasan tersebut masih berstatus Hak Guna Usaha (HGU) hingga tahun 2034. Hal ini tertuang dalam sertifikat Nomor 171,” ungkap Sutan.

Menurut Sutan, pembangunan tersebut bertujuan untuk pemerataan pendapatan ekonomi masyarakat Desa Simalingkar A, Desa Durin Tunggal dan Desa Namo Bintang, Kabupaten Deliserdang.

“Di kawasan ini juga nantinya sudah di rencanakan pembangunan rumah sakit dan jalur perlintasan kereta api. Ini bertujuan kawasan tersebut menjadi kawasan mandiri,” tandasnya.

Editor: Edward Panggabean

More articles

Latest article